JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari dunia investasi digital. Influencer finansial sekaligus pendiri Akademi Crypto, Timothy Ronald, resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan investasi trading mata uang kripto.
Laporan ini dikonfirmasi langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto. "Benar, ada laporan terkait kripto oleh pelapor berinisial Y," ujarnya pada Minggu (11/1). Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan awal guna mendalami bukti-bukti yang diserahkan.
Kronologi dan Modus Operandi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan ini bermula dari gerakan di media sosial melalui akun Instagram @skyholic888. Sejumlah anggota komunitas Akademi Crypto mengaku menjadi korban setelah mengikuti arahan investasi yang diberikan.
Berikut adalah beberapa poin utama dalam laporan tersebut:
- Total Kerugian Fantastis: Estimasi kerugian kolektif mencapai lebih dari Rp200 miliar yang melibatkan sekitar 3.500 orang korban.
- Koin Manta & Janji Profit: Salah satu pelapor (Y) mengaku merugi hingga Rp3 miliar setelah membeli koin Manta. Korban mengklaim dijanjikan kenaikan harga sebesar 300% hingga 500%, namun harga koin justru anjlok hingga minus 90%.
- Dugaan Intimidasi: Para korban disebut sempat takut melapor karena adanya ancaman dan manipulasi, sebelum akhirnya memberanikan diri membentuk grup untuk melapor bersama-sama ke pihak kepolisian.
Pasal yang Disangkakan
Timothy Ronald dilaporkan bersama rekannya, Kalimasada, dengan sejumlah jeratan pasal berat, di antaranya:
1. UU ITE: Pasal 45A ayat 1 Jo Pasal 28 ayat 1 terkait penyebaran berita bohong yang menyesatkan dalam transaksi elektronik.
2. UU Transfer Dana: Pasal 80, 81, dan 82 UU No. 3 Tahun 2011.
3. KUHP: Sejumlah pasal terkait penipuan dan perbuatan curang.
Profil Terlapor
Timothy Ronald dikenal luas sebagai investor muda yang sering mengampanyekan mentalitas "High Net Worth". Ia memiliki jutaan pengikut di media sosial dan sempat viral karena julukan "The Next Warren Buffett Indonesia" setelah membeli saham BBCA dalam jumlah besar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Timothy Ronald maupun manajemen Akademi Crypto belum memberikan klarifikasi resmi terkait laporan tersebut. Pihak kepolisian menyatakan akan segera memanggil pelapor untuk menganalisis lebih lanjut barang bukti yang ada.






.jpg)








Komentar
Tuliskan Komentar Anda!